Masyarakat Munjul sejak dulu, dikenal mempunyai semangat melanjutkan pendidikan. Sampai tahun 1996, di daerah Munjul baru berdiri Sekolah Lanjutan Pertama (SLP) baik Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs). Lulusan SLP yang ingin melanjutkan pendidikan terpaksa harus bersekolah ke Pandeglang, Menes, Labuan, dan Serang, meninggalkan kampung halaman. Sebagian besar tidak bisa melanjutkan pendidikan karena terbentur biaya. Oleh karena itulah timbulah keinginan masyarakat Munjul untuk memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA).

Munjul, menurut pengertian Bahasa Sunda, secara etimologis diartikan sebagai mucunghul, atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan Muncul. Bisa berkaitan dengan tipologi atau kontur tanah di daerah tersebut. Ada juga mitos menyatakan bahwa masyarakat di daerah tersebut memiliki kelebihan atau kemampuan diatas rata-rata pada umumnya. Hal itu berkaitan dengan Bahasa Sunda Punjul; Pinunjul yang artinya punya banyak kelebihan dibanding yang lainnya. Pinunjulnya masayarakat Munjul salah satu faktornya adalah semangat mereka dalam melanjutkan pendidikan.

Untuk mewujudkan keinginan masyarakat Munjul, para tokoh masyarakat terus berusaha untuk mendirikan SMA dan menyampaikan keinginan mereka kepada Bupati Pandeglang, harapan itu mulai terwujud pada tahun 1996, SMAN di Munjul mulai dibuka dan pada tanggal 16 Mei 1997 keluar SK Pendirian SMAN 1 Munjul.

Selanjutnya, SMAN 1 Munjul berubah menjadi SMAN 7 Pandeglang. Penomoran angka 7 berdasarkan tahun pendirian SMA Negeri di Pandeglang. Seiring pengalihan wewenang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sejak tahun 2017, SMAN 7 Pandeglang dikelola Pemerintah Provinsi Banten.

Sejarah Berdirinya Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *